Tujuh alasan mengapa kamu harus mengambil sekolah desain

Adakah gunanya kita mengambil sekolah atau pendidikan desain? Jawaban singkatnya: Iya. Faktanya, jika kamu ingin berkarir di bidang seni atau desain, kamu harus mengambil pendidikan desain. Ini tidak berlaku jika kamu jatuh pada salah satu kriteria berikut:

  1. Kamu sangat jenius di bidang kamu. Kamu menggenggam dengan sangat kuat prinsip seni/desain dan kemampuan untuk menterjemahkan ide-ide kamu dalam bidang ini sampai kamu tidak lagi butuh belajar segala tetek bengeknya. Ini jarang terjadi, jika tidak kamu seharusnya sudah terkenal sekarang.
  2. Kamu perlu pembentukan tapi memiliki visi dan disiplin yang dibutuhkan untuk mencapainya secara mandiri secepat yang bisa diberikan pendidikan resmi. Tapi kalau memang ini betul, kamu tentu tidak akan bertanya sejak awal.
  3. Kamu tidak memiliki niat untuk berkarir di seni atau desain tapi hanya ingin mengetahuinya.

Jika kamu mengenali diri kamu pada salah satu di atas, kamu tidak perlu membaca kelanjutan artikel ini.
Berikut adalah 7 alasan mengapa kamu harus mengambil sekolah desain jika kamu serius mengenai bidang ini. Bisa dicatat bahwa “mendapat gelar” sama sekali tidak ada dalam daftar ini.

1. Belajar

Apakah masuk akal jika seseorang repot-repot mengambil pendidikan khusus hanya untuk secarik kertas yang mengatakan mereka mengetahui sesuatu yang bisa saja mereka pelajari sendiri? Kita sekolah untuk belajar. Bukan karena dipaksa, tapi karena kita peduli dengan bidang kita, ingin mengetahui semua yang bisa kita ketahui tentangnya, dan yang pasti ingin bisa berkembang di bidang itu! Berikut beberapa hal penting mengenai belajar:

Ada banyak hal untuk dipelajari mengenai banyak media, secara konsep dan teknis. Tidak ada tempat yang lebih baik untuk menemukan semuanya secara terkonsentrasi dibanding sebuah sekolah seni/desain. Kamu tidak akan pernah mempelajari secara mandiri sebanyak yang akan dipelajari di sekolah. Kamu hanya satu kepala di mana sekolah menawarkan banyak, dan kamu hanya punya satu kehidupan sementara sekolah memungkinkan kamu memulai dari akumulasi pengetahuan yang dikumpulkan dari banyak ahli sepanjang masa. Kalau bisa menghabiskan bertahun-tahun mempelajari sesuatu yang bisa dipelajari dalam satu pokok materi di sekolah. Saat orang sudah mulai mempelajari hal yang baru, kamu akan masih mencoba memahami dan menguasai hal yang lama. Lebih jauh lagi, kamu sama sekali tidak menyadari begitu sedikitnya yang kamu ketahui sampai kamu mengambil pendidikan khusus. Kamu tidak bisa mempelajari semuanya sendiri dan ada hal-hal yang bahkan tidak kamu sadari seharusnya kamu pelajari.

Dalam sekolah kamu bukan hanya belajar. Kamu dibentuk. Kurikulum yang dibuat mendekonstruksi cara kamu berpikir dan merekonstruksinya ulang untuk tujuan seni. Ini yang membedakan para profesional dengan para amatir. Seorang amatir akan selalu “mengerjakan seni”. Seorang profesional terpatri untuk seni. Ini sesuatu yang tidak dapat dipahami sampai kamu melaluinya. Ini inti dari pembentukan.

2. Disiplin

Disiplin tidak hanya dimulai dari dalam tapi mesti dibentuk dari luar. Kamu harus memiliki tekad sekuat baja untuk melalui apa yang dihadapi dalam sekolah: bacaan tak berkesudahan, deadline yang pendek, projek-projek yang rasanya tidak kamu sukai, perbaikan tugas yang menjengkelkan, kompetisi, lembur, materi-materi menjemukan, dsb. Mustahil dan merepotkan. Orang-orang yang belajar secara mandiri cenderung langsung belajar apa yang ingin mereka pelajari. Mereka tidak mengambil jalan memutar. Tapi jalan memutar inilah yang mengasah dan menajamkan keahlian kamu.

Beberapa desainer otodidak memiliki satu kelemahan besar berkaitan fakta mereka tidak menerima pendidikan khusus: mereka hanya bisa melakukan satu hal. Mereka punya satu gaya, satu media. Mereka bisa sangat bagus tapi kelamaan menjadi membosankan bagi orang lain, menjadi basi, dan menjadi situasi yang sangat berbahaya pada level profesional. Karir di bidang seni, atau desainer freelance, mirip bertaruh. Kamu lebih aman jika fleksibel dan mampu menjawab semua permintaan. Fleksibilitas ini datang dari paksaan melakukan hal-hal yang tidak kamu pilih dan ide-ide yang biasanya kamu anggap tidak menarik.

3. Pembimbingan

Jika kamu berpikir mendapat umpan balik dari sebuah forum di internet membantu kamu berkembang, coba bandingkan dengan umpan balik yang didapat melalui pengamatan dan bimbingan hari demi hari, dari ahli-ahli yang aktif dan berpengalaman, yang dapat melihat kelemahan kamu dan tahu bagaimana melewatinya. Orang-orang yang menilai karya kamu bukan berdasarkan pendapat pribadi atau bahkan berdasarkan satu set prinsip seni, melainkan berdasarkan perkembangan dan perbandingan karya kamu yang sekarang dan yang lampau. Mereka yang melatih pikiran seiring dengan keahlian kamu dan menunjukkan cara mengawinkan konsep dan eksekusi. Mereka yang punya hubungan di dunia nyata yang bisa mengantarkan kamu sedemikian jauhnya. Mereka yang dapat menunjukkan arah dan mendorong kamu menciptakan masa depan dengan keahlian kamu sendiri dan bukan menyia-nyiakannya untuk sesuatu yang tidak akan membawa kamu kemana pun.

4. Pertukaran

Punya kelas berarti punya teman kelas. Disamping kesenangan lebih karena memiliki “teman seperjalanan”, teman kelas menjadi perpanjangan kreatifitas kamu. Merekalah yang akan muncul dengan ide-ide yang tidak pernah kamu pikirkan, dan sebaliknya. Merekalah orang-orang yang akan melihat karya kamu dan memberi kamu saran perbaikan atau ide-ide liar. Mereka orang-orang yang menjadikan belajar menyenangkan dan membuat kejadian-kejadian buruk menjadi dapat dihadapi. Kamu akan belajar dari kesalahan dan kesuksesan mereka. Kamu dapat bereksperimen dengan mereka, dan yang tidak kalah penting meminta bantuan mereka di saat-saat kamu sangat membutuhkannya.

5. Koneksi

Sepanjang belajar, kamu akan berpartisipasi dalam workshop-workshop, menghadiri kuliah umum, mengikuti kunjungan kerja, memasuki kompetisi-kompetisi lokal dan nasional, bertemu para profesional, menangani pekerjaan-pekerjaan freelance kecil. Pada saat kamu lulus, kamu akan memiliki pijakan yang kuat dalam lingkaran desain, sederet nama penting untuk koneksi, dan cukup banyak profesional yang mengenal nama kamu untuk memulai karir. Orang-orang dari sekolah desain biasanya tidak memiliki kekhawatiran bakal berakhir tanpa pekerjaan.

6. Kredibilitas

Pemberi kerja yang potensial hampir tidak pernah menanyakan gelar tapi mereka memasang telinga saat mendengar kamu adalah lulusan sebuah sekolah desain. Berikut adalah fakta yang langsung mereka lihat jika kamu adalah lulusan sekolah desain:

  • Keahlian kamu telah diuji dan dikenali oleh profesional-profesional seni, yang bersedia mengakui dan merekomendasikan keahlian yang kamu miliki.
  • Kamu terbiasa dengan sistem dan detil yang terdapat dalam pekerjaan kamu.
  • Kamu bisa memenuhi deadline.
  • Kamu bisa bekerja di bawah tekanan.
  • Kamu memiliki standar profesional untuk kualitas dan harga.
  • Kamu memberikan pekerjaan terbaik kamu untuk harga yang mereka bayar.
  • Dan seterusnya.

Seseorang tanpa pendidikan khusus kurang diuntungkan, karena tidak ada klien yang ingin menginvestasikan waktu untuk memverifikasi semua hal di atas tentang kamu, yang harus mereka lakukan sebab tidak ada orang yang bisa merekomendasikan. Sebuah portofolio yang menakjubkan mungkin tidak cukup karena faktor-faktor lain seperti kecepatan dan keandalan juga tidak kalah penting. Klien tersebut mungkin akan mempekerjakan kamu tapi tidak dengan bayaran yang sama. Sangat sedikit orang yang mau membayar mereka yang tidak terlatih dengan harga profesional sebab dengan harga tersebut mereka bisa mempekerjakan orang lain dengan kredibilitas yang lebih tinggi. Kamu berakhir melakukan pekerjaan “biasa” untuk klien-klien murah. Kesempatan untuk masuk ke lingkaran yang lebih tinggi, di mana pekerjaan-pekerjaan terbaik untuk seni dan desain berada, sulit dicapai jika kamu berjalan sendiri.

7. Perlengkapan

Di mana lagi kamu bisa bereksperimen dengan begitu banyak media tanpa mengeluarkan biaya? Sekolah desain memiliki ruang skesta, studio, lab komputer, kamera digital, scanner, pencetak, dan tentu saja, akses ke perpustakaan dan bacaan terlengkap. Belum termasuk berbagai diskon untuk keperluan dan perlengkapan desain.

Selain itu tentu ada lebih banyak alasan lain. Ingin menambahkan?

3 komentar untuk “Tujuh alasan mengapa kamu harus mengambil sekolah desain”

  1. herawatipesik berkata...

    tolang dong saya mo bikin baju- baju kreasi sendiri dimana belajarnya

  2. Andi Saleh berkata...

    Kamu bisa belajar dengan teman yang kebetulan punya usaha seperti itu, atau mencari tempat yang bisa mengajarkannya.

    Program DKV seperti di Bita Edukasi selain mengajarkan cara mendesain tapi juga mempraktekkan cara mencetaknya ke baju.

  3. finiarellife berkata...

    Amin,
    semoga dengan hadirnya program terpadu 1 tahun DKV di bita mampu mengubah paradigma masyarakat tentang desain.
    semoga dengan hadirnya Program terpadu 1 tahun DKV di bita bisa menjadi solusi membentuk tenaga desain profesional yang memahami dan menguasai desain bagi perkebangan desain di kota kita tercinta ini.

Tinggalkan komentar